Membangun Aktor Politik Berkeadaban: Peran Nilai Spiritual dalam Menjaga Tatanan Demokrasi Indonesia di Era Post-Truth

Authors

  • Muhammad Mukhriz Zakaria Universitas Airlangga
  • Nuke Faridha Wardhani Universitas Airlangga
  • Dwi Windyastuti Budi Hendrarti Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.59923/spiritus.v3i3.477

Keywords:

Aktor Politik, Keadaban Demokrasi, Nilai Spiritual, Tazkiyatun Nafs, Post-Truth

Abstract

Penelitian ini membahas tantangan masyarakat Muslim dalam menjaga tatanan demokrasi Indonesia di tengah dominasi era post-truth. Fenomena politik yang sarat propaganda, polarisasi identitas, dan disinformasi telah merusak keadaban politik nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dengan fokus pada nilai spiritual dalam Islam, khususnya melalui pendekatan tazkiyatun nafs ala sufi, sebagai strategi pembentukan aktor politik berkeadaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas Islam memiliki peran penting dalam memperkuat tata laku politik yang jujur, adil, dan bertanggung jawab. Proses penyucian jiwa melalui praktik muhasabah, mujahadah, dan riyadhah dapat membentuk pribadi yang tahan terhadap manipulasi dan godaan kekuasaan. Pendidikan politik yang mengintegrasikan nilai-nilai ini dapat menjadi solusi dalam membentuk generasi politik yang bersih dan berkomitmen pada nilai demokrasi profetik. Temuan ini menegaskan pentingnya revitalisasi nilai-nilai spiritual dalam politik kontemporer untuk membangun tatanan demokrasi Indonesia yang beradab dan tahan terhadap krisis post-truth.

References

Anggraini, F. A. (2024). Dinamika Politik Pemilu Dalam Bingkai Demokrasi Menurut Perspektif Hukum Islam. Jurnal Studi Hukum Modern, 6(4).

Anurogo, D., & Napitupulu, D. S. (2023). Esensi Ilmu Pendidikan Islam: Paradigma, Tradisi dan Inovasi. Pustaka Peradaban.

Azra, A. (2021). Membangun keadaban politik. kompas.id. https://www.kompas.id/baca/opini/2021/03/18/membangun-keadaban-politik

Badarussyamsi, B., Ridwan, M., & Aiman, N. (2020). Amar Ma ‘Ruf Nahī Munkar: Sebuah Kajian Ontologis. TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 19(2), 270-296.

Bufacchi, V. (2020). What’s the difference between lies and post-truth in politics. A philosopher.

Dongoran, H. A., & Pramono, S. (2025). Blunder komunikasi pemerintahan Prabowo. Tempo. https://www.tempo.co/politik/blunder-komunikasi-pemerintahan-prabowo-1230625

Gunawan, B., & Ratmono, B. M. (2021). Demokrasi di Era Post Truth (2021). Kepustakaan Populer Gramedia.

Haqqi, A. (2020). Propaganda Firehose of Falsehood Pada Pemilu 2019 di Indonesia. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 19(2), 175-185.

Hannan, A. (2023). Propaganda Politik Pasca Kebenaran (Post Truth) Menjelang Pemilu 2024 dan Ancamannya terhadap Demokrasi di Indonesia Kontemporer. Politea: Jurnal Politik Islam, 6(1), 51-82.

Harahap, M. Y., & Ependi, R. (2023). Tazkiyatun Nafs Dalam Membentuk Akhlakul Karimah. PT. Green Pustaka Indonesia.

In’amuzzahidin, M. U. H. (2015). Etika Politik Dalam Islam. Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 2(2), 89-106.

Ikhsanudin, A. (2024). Ahok sebut Pasangan lain Berbahaya, Kubu RK anggap Black Campaign. Detiknews. https://news.detik.com/pilkada/d-7574172/ahok-sebut-pasangan-lain-berbahaya-kubu-rk-anggap-black-campaign

KPK Pengawas danantara. (2025). Tempo. https://www.tempo.co/kolom/kpk-pengawas-danantara-1229862

Mahmud, A. (2018). Peran Dan Respon Tasawuf Terhadap Problematika Era Modern. Jurnal Dikdas Bantara, 1(1).

Nansi, W. S., & SH, M. (2024). BAB 5 Pendidikan Politik Bagi Generasi Z. Pendidikan Politik, 57.

Noor, F. (2020). Demokrasi dan Oligarki. Bibliosmia Karya Indonesia.

Pepinsky, Thomas B. (2024, April 1). Why Indonesia’s democracy is in danger | Journal of Democracy. Journal of Democracy. https://www.journalofdemocracy.org/online-exclusive/why-indonesias-democracy-is-in-danger/

Rahmat, I. (2022). KECENDERUNGAN NAFSU DAN PENGENDALIANNYA PERSPEKTIF SURAT YŪSUF (Doctoral dissertation, UIN RADEN INTAN LAMPUNG).

Siah, K., Sakinah, P., & Mawardi, M. (2024). Peran Kepemimpinan Islam dalam Mencegah Tindak Pidana Dan Krisis Sosial di Kalangan Pemuda Indonesia. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(10), 7734-7746.

Sirait, G. P. (2024). ANALISIS YURIDIS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU KAMPANYE HITAM (BLACK CHAMPAIGN) MELALUI MEDIA SOSIAL PADA PELAKSANAAN PEMILIHAN UMUM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK (Doctoral dissertation, FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA).

Setyawan, M. A., Sulkifli, M. S. A. A., Rain, T. J. F., & Kurniati, K. (2024). Urgensi Etika Islam dalam Politik Kontemporer. Aksioreligia, 2(2), 56-64.

Setuningsih, N. (2024). Menkominfo Klaim Situasi Media Sosial Usai Pemilu 2024 Lebih Baik ketimbang 2019. KOMPAS.com. https://nasional.kompas.com/read/2024/03/19/15502711/menkominfo-klaim-situasi-media-sosial-usai-pemilu-2024-lebih-baik-ketimbang

Septian, A. (2023). Bukti nyata cawe-cawe paman Anwar. Tempo. https://www.tempo.co/kolom/bukti-nyata-cawe-cawe-paman-anwar-819162

Rozak, A. (2024). MEMBANGUN KEADABAN DEMOKRASI: BELAJAR DARI GERAKAN SOSIOKULTURAL CAK NUR DAN GUS DUR. CV. AZKA PUSTAKA.

Zahro, S., Kamilah, M. N., Ardiansyah, M., Safitri, I. M., Naharina, P. S., & Waraswati, A. N. (2023). Kesadaran Berpolitik Di Indonesia. JOCER: Journal of Civic Education Research, 1(2), 49-64.

Zaluchu, S. E. (2020). Dinamika hoax, post-truth dan response reader criticism di Dalam Rekonstruksi Kehidupan Beragama. Religió Jurnal Studi Agama-agama, 10(1), 98-117.

Zhafir, M. R. (2024). KONSEP POLITIK BERKEADABAN PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISHBAH (Doctoral dissertation, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA)

Downloads

Published

2025-10-01

How to Cite

Muhammad Mukhriz Zakaria, Nuke Faridha Wardhani, & Dwi Windyastuti Budi Hendrarti. (2025). Membangun Aktor Politik Berkeadaban: Peran Nilai Spiritual dalam Menjaga Tatanan Demokrasi Indonesia di Era Post-Truth. Spiritus: Religious Studies and Education Journal, 3(3), 74–81. https://doi.org/10.59923/spiritus.v3i3.477
Abstract viewed = 209 times