Sufisme Urban dan Kelas Menengah Muslim Indonesia (Analisis Pemikiran Tasawuf Abdullah Gymnastiar dan Emha Ainun Nadjib

Authors

  • Ang Rijal Anas UIN Syarif Hidayatullah
  • Zainul Muttaqin Universitas Indonesia
  • Akbar Akbar UIN Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.59923/spiritus.v3i3.568

Keywords:

Sufisme Urban, Kelas Menengah Muslim Indonesia, Pemikiran Tasawuf

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sufisme urban di Indonesia melalui pemikiran tasawuf Abdullah Gymnastiar dan Emha Ainun Nadjib. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif (studi pustaka) dengan metode analisis deskriptif-kritis, kemudian diperkuat dengan pendalaman pemikiran dan metode tasawuf Abdullah Gymnastiar serta Emha Ainun Nadjib. Data dikumpulkan melalui studi literatur terhadap karya dan pemikiran kedua tokoh tersebut serta sumber-sumber lain yang relevan dengan tema sufisme urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Abdullah Gymnastiar dan Emha Ainun Nadjib memiliki dimensi sufisme dengan basis jamaah yang berasal dari masyarakat urban. Selain itu, metode tasawuf serta media dakwah yang digunakan oleh keduanya untuk menarik jamaah berbeda satu sama lain. Abdullah Gymnastiar menggunakan metode ceramah yang disiarkan melalui televisi dan YouTube, serta kental dengan nuansa budaya Sunda, sedangkan Emha Ainun Nadjib memanfaatkan media YouTube Jamaah Maiyah dengan pendekatan budaya Jawa sebagai sarana dakwahnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori active piety dari Asef Bayat, yang menjelaskan bahwa seseorang berusaha mengekspresikan keislamannya melalui perubahan penampilan, ketulusan dalam beribadah, dan ajakan kepada orang lain untuk mengikuti ajaran Islam sebagaimana yang ia pahami. Kelas menengah Muslim terlibat secara aktif dalam wacana sufisme urban yang diperkenalkan oleh Abdullah Gymnastiar, yang menekankan ketenangan batin melalui metode dzikir, sedangkan wacana sufisme urban yang diperkenalkan oleh Emha Ainun Nadjib juga menekankan ketenangan batin namun diperkaya dengan dimensi sosial dan kultural sesuai konteks jamaahnya. Dalam konteks demokrasi di Indonesia, baik Abdullah Gymnastiar maupun Emha Ainun Nadjib merupakan dua tokoh yang memiliki pengaruh dalam masyarakat Sunda dan Jawa serta memiliki peran dalam membentuk dan memperoleh dukungan politik.

References

Ardiyaningrum, M. (2017). RELIGIUSITAS GAYA BARU (Kajian atas Fenomena Kebangkitan Sufisme Kelas Menengah Perkotaan di Yogyakarta). Dialogia, 15(2), 221–242.

Astuti, F., & Wasik, A. (2024). Sufism Revisited: A Comprehensive Analysis of Emha Ainun Najib’s Philosophical Contributions to Modern Society. Journal of Islamic Thought and Civilization, 14(1), 352–371.

Bayat, A. (2007). Making Islam democratic: Social movements and the post-Islamist turn. In Making Islam Democratic. Stanford University Press.

Burhani, A. N., & Bagir, H. (2001). Sufisme kota: berpikir jernih menemukan spiritual positif. Serambi Ilmu Semesta.

Burhani, A. N., & Mulkhan, A. M. (2002). “ Tarekat” tanpa tarekat: jalan baru menjadi sufi. (No Title).

Bahri, Media Zainul. (2022). Perjumpaan Islam Ideologis & Islam Kultural. Cet. 1. Yogyakarta: IRCiSoD.

Bruinessen, Martin van, dan Julia Day Howell. (2008). Urban sufism. [Ed. 1.]. Jakarta: Rajawali Pers.

Djaelani, Abdul Qadir. (1996). Koreksi terhadap Ajaran Tasawuf. Jakarta: Gema Insani Press.

Dewi, O. S., & Fata, A. K. (2021). Beragam jalan menjadi salih: Model dakwah kelas menengah Muslim Indonesia. Jurnal Bimas Islam, 14(1), 1–32.

Febrian, H. (2024). Visualizing Authority: Rise of the Religious Influencers on the Instagram. Social Media+ Society, 10(4), 20563051241286850.

Gazali, G., & Efendi, E. (2023). Urban Sufisme Eksistensi Tasawuf di Perkotaan. Majalah Ilmiah Tabuah: Talimat, Budaya, Agama Dan Humaniora, 27(1), 49–56.

Gymanstiar, Abdullah. (2002). Menjadi Muslim Prestatif: Mensinergikan Keunggulan Harmoni Dzikir-Fikir Ikhtiar. Bandung: MQS Pustaka Grafika.

Gymnastiar, Abdullah. (2007). Meraih Bening Hati dengan Manajemen Qalbu. Jakarta: Gema Insani.

Gymnastiar, Abdullah. (2002). Menggapai Qolbun Salim. Bandung: Khas MQ.

Hafsari, Puspa. (2022). Gaya Retorika Dakwah K.H. Abdullah Gymanstiar di Channel Youtube AaGym Official. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Dakwah UIN KH. Saifudin Zuhri.

Hernowo, ed. (2001). Aa Gym dan fenomena Daarut Tauhiid: memperbaiki diri lewat manajemen qalbu: memuat wawancara dan tulisan K.H. Abdullah Gymnastiar. Cet. 1. Bandung: Mizan : Hikmah : Daarut Tauhiid.

Hoesterey, J. B. (2012). Prophetic cosmopolitanism: Islam, pop psychology, and civic virtue in Indonesia. City & Society, 24(1), 38–61.

Howell, J. D. (2012). Sufism and neo-sufism in Indonesia today. RIMA: Review of Indonesian and Malaysian Affairs, 46(2), 1–24.

Jati, W. R. (2015). Sufisme Urban di Perkotaan: Konstruksi Keimanan Baru Kelas Menenengah Muslim. Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah, 5, 175–199.

Kuntowijoyo, I. S. I. (2001). Muslim Tanpa Masjid: Esai-Esai Agama. Budaya, Dan Politik Dalam Bingkai Strukturalisme Transendental (Bandung: Mizan, 2001).

Mohammad, Herry. (2003). Menjaga Hati, Meraih Cinta Ilahi: Reportase Dakwah Tentang KH. Abdullah Gymnastiar. Bandung: Mizan.

Nadjib, E. A. (2009). Demokrasi la roiba fih. Penerbit Buku Kompas.

Nadjib, Emha Ainun. (2009). Demokrasi La Roiba Fih. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Nadjib, Emha Ainun. (1989). Suluk Pesisiran. Bandung: Mizan.

Nadjib, Emha Ainun. (1998). Saat-saat Terakhir Bersama Soeharto: 2,5 Jam di Istana. Bandung: Bentang.

Nadjib, Emha Ainun. (1989). Syair Lautan Jilbab. Yogyakarta: Sipress.

Nasution, Harun. (1978). Falsafah dan Mistisme dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintan

Permadi, K. (2004). Pengantar Ilmu Tasawuf. Jakarta: Rineka Cipta.

Ridho, S. (2017). Kelas Menengah Muslim Baru dan Kontestasi Wacana Pluralisme di Media Sosial. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 4(2).

Ridwan, R., Harun, H., & Muhaimin, M. (2024). Urban Sufisme di Era Digital dan Urban Salafi di Era Kontemporer. AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam Dan Bahasa Arab, 3(4), 468–480.

Simuh. (2019). Tasawuf dan Perkembangannya dalam Islam. Yogyakarya: IRCiSoD.

Watson, C. W. (2005). A popular Indonesian preacher: The significance of Aa Gymnastiar. Journal of the Royal Anthropological Institute, 11(4), 773–792.

Yusuf, M., Afrizal, A., & Alfiandi, B. (2022). Meta analisis studi kelas menengah Muslim di Indonesia. Indonesian Journal of Religion and Society, 4(1), 1–16.

Zamhari, A., & Howell, J. D. (2012). Taking Sufism to the streets:’Majelis zikir’and’majelis salawat’as new venues for popular Islamic piety in Indonesia. RIMA: Review of Indonesian and Malaysian Affairs, 46(2), 47–75.

Zulkifli, J. (2018). Akhlak Tasawuf Jalan Lurus Mensucikan Diri. Skripsi, Yogyakarta, KALIMEDIA.

https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-01281431/aa-gym-masuk-bursa-pilgub-jabar-ini-komentar-dedi- mulyadi-402980 (Diakses 7/7/2025)

https://www.suara.com/news/2022/12/28/103600/deretan-momen-prabowo-diroasting-cak-nun-saat-sinau-bareng-di-trowulan (Diakses 13/4/2025 pada pukul 13:40 WIB)

Downloads

Published

2025-10-01

How to Cite

Ang Rijal Anas, Zainul Muttaqin, & Akbar, A. (2025). Sufisme Urban dan Kelas Menengah Muslim Indonesia (Analisis Pemikiran Tasawuf Abdullah Gymnastiar dan Emha Ainun Nadjib. Spiritus: Religious Studies and Education Journal, 3(3), 99–108. https://doi.org/10.59923/spiritus.v3i3.568
Abstract viewed = 164 times