Identifikasi miskonsepsi siswa menggunakan tes diagnostik five-tier pada materi larutan penyangga
DOI:
https://doi.org/10.59923/sendja.v2i1.79Keywords:
Miskonsepsi, Tes Diagnostik Five-Tier, Larutan PenyanggaAbstract
Kimia merupakan ilmu yang bersifat abstrak dan cukup sulit bagi siswa untuk memahaminya mengingat adanya tiga representasi yang harus dikuasai. Kimia bersifat hirarki, artinya suatu konsep berkesinambungan dengan konsep lainnya. Larutan penyangga merupakan salah satu materi kimia yang sulit dipahami dan siswa sering mengalami miskonsepsi. Perlu ditinjau ulang untuk mengetahui seberapa besar kesalahpahaman siswa setelah proses pembelajaran dan setelah pembelajaran, sehingga dengan adanya penelitian mengidentifikasi mengenai miskonsepsi dapat mengukur sejauh mana tingkat miskonsepsi siswa dan dapat menjadi masukan bagi guru. Tujuan penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai miskonsepsi dan penyebab terjadinya miskonsepsi pada materi larutan penyangga. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini sebanyak 69 siswa kelas XII SMA Negeri 11 Semarang. Instrumen yang digunakan berupa tes diagnostik five-tier. Tes dilakukan dengan menggunakan media Googleform. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa persentase miskonsepsi siswa sebesar 41,06%, tidak paham konsep 33,58%, paham konsep 8,58% dan eror 16,79%. Penyebab miskonsepsi ada beberapa, diantaranya pemikiran pribadi 29,71%, guru 0,24%, buku 1,57%, teman 5,19%, dan internet 3,86%.
References
Afifah, I. M., Irwandi, D., & Murniati, D. (2021). Identifikasi Miskonsepsi Terhadap Konsep Larutan Penyangga Dengan Menggunakan Instrumen Tes Diagnostic Four-Tier Multiple Choice. Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), 11(1), 27-34.
Arifin, Z. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Inslam Kementerian Agama.
Arikunto. (2015). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2015). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Astuti, F., Redjeki, T., & Nurhayati, N. (2016). Identifikasi Miskonsepsi Dan Penyebabnya Pada Siswa Kelas Xi Mia Sma Negeri 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2015/2016 Pada Materi Pokok Stoikiometri. Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret, 5(2), 10–17.
Çepni, S., Ülger, B. B., & Ormanci, Ü. (2017). Pre-service science teachers’ views towards the process of associating science concepts with everyday life. Journal of Turkish Science Education, 14(4), 1–15.
Dahar, Ratna Willis. (2011). Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.
Dayanti, Meri. (2021). Identifikasi Miskonsepsi Peserta Didik pada Materi Larutan Penyangga dengan Menggunakan Tes Diagnostik Two-Tier di SMA Negeri 2 Meulaboh. Skripsi. Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Djarwo, C. F. (2018). Analisis Miskonsepsi Mahasiswa Pendidikan Kimia Pada Materi Hidrokarbon, Jurnal Ilmiah IKIP Mataram, 6(2), 90–97.
Fajriyyah, N. S., & Ermawati, F. U. (2020). The validity and reliability of five-tier diagnostic test for kinetic theory of gases. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika, 09(02), 126-132.
Fariyani, Q., & Rusilowati, A. (2015). Pengembangan four-tier diagnostic test untuk mengungkap miskonsepsi fisika siswa sma kelas X. Journal of Innovative Science Education. 4(2)., pp. 41-49.
Farrosi, M. A., Nahadi, N., & Rahmawati, T. (2019). Profil Miskonsepsi Siswa Sma Pada Materi Kesetimbangan Kimia Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Tiga Tingkat. Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia. 10(1).
Firdaus, M., Rusman, R., & Zulfadli, Z. (2022). Analysis of Students’ Learning Difficulties on the Concept of Buffer Solution Using Four-Tier Multiple Choice Diagnostic Test. Chimica Didactica Acta. 9(2), 57–61.
Gabel, D. (1989). Let us go back to nature study. Chemical Education. Vol 66 (9) No. 727-729.
Gurel, D. K., Eryilmaz, A., & McDermott, L. C. (2015). A review and comparison of diagnostic instruments to identify students’ misconceptions in science. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education. 11(5), 989–1008.
Ismail, I. I., Samsudin, A., Suhendi, E., & Kaniawati, I. (2015). Diagnostik miskonsepsi melalui listrik dinamis four tier test. Prosiding Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains, 3(1), 381-384.
Jannah, M., Ningsih, P., & Ratman, R. (2017). Analisis miskonsepsi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Banawa Tengah pada pembelajaran larutan penyangga Dengan CRI (Certainty of Response Index). Jurnal Akademika Kimia. 5(2), 85-90.
Jayusman, I., & Shavab, O. A. K. (2020). Aktivitas Belajar Mahasiswa Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Learning Management System (Lms) Berbasis Edmodo Dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Artefak. 7(1), 13.
Kirbulut, Z. D., & Geban, O. (2014). Using three-tier diagnostic test to assess students’ misconceptions of states of matter. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education. 10(5), 509–521.
Mahmud, D. (2018). Psikologi Suatu Pengantar. Yogyakarta: Andi BPFE.
Maratusholihah, N. F., Rahayu, S., & Fajaroh, F. (2017). Analisis miskonsepsi siswa sma pada materi hidrolisis garam dan larutan penyangga. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan. 2(7), 919-926.
Marsita, R. A., Priatmoko, S., & Kusuma, E. (2011). Analisis Kesulitan Belajar Kimia Siswa SMA Dalam Memahami Materi Larutan Penyangga Dengan Menggunakan Two-Tier Multiple Choice Diagnostic Instrument. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 4(1), 512–520.
Maulia, H. H., & Wulandari, T. S. H. (2018). Uji Validasi Pegembangan LKS (Lembar Kerja Siswa) Biologi SMA Berbasis Problem Based Learning pada Materi Perubahan Lingkungan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning (Vol. 15, No. 1, pp. 354-360).
Mentari, L., Suardana, I. N., & Subagia, I. W. (2017). Analisis Miskonsepsi Siswa SMA pada pembelajaran Kimia untuk materi larutan penyangga. Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha. 1(1).
Mentari, L., Suardana, N., & Wayan, I. (2014). Analisis Miskonsepsi Siswa SMA pada Pembelajaran Kimia untuk Materi Larutan Penyangga. E-Journal Kimia Visvitalis, 2(1), 76–87.
Mujakir, M. (2018). Pemanfaatan Bahan Ajar Berdasarkan Multi Level Representasi Untuk Melatih Kemampuan Siswa Menyelesaikan Masalah Kimia Larutan. Lantanida Journal, 5(2), 183-196.
Mukhlisa, N. (2021). Miskonsepsi Pada Peserta Didik. SPEED Journal : Journal of Special Education, 4(2), 66–76.
Muri Yusuf, (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabunga, Jakarta: Kencana.
Nugroho, D. E., & Prayitno, M. A. (2021), Analisis miskonsepsi peserta didik dalam memahami konsep kimia dengan menggunakan tes diagnostik ttmc, Jurnal Education and Development, 9(1), 72–76.
Nurhidayatulah, N., & Prodjosantoso, A. K. (2018). Miskonsepsi materi larutan penyangga. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 4(1), 41–51.
Nurhurjaimah, R. (2016). Analisis Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Pada Materi Larutan Penyangga Menggunakan Instrumen Tes Three Tier Multiple Choice. Jurnal Penelitian Pendidikan, Vol, 19, No. 1.
Putra, A. S. U., & Hamidah, I. (2020). The development of five-tier diagnostic test to identify misconceptions and causes of students’ misconceptions in waves and optics materials. Journal of Physics: Conference Series (Vol. 1521, No. 2, p. 022020).
Putri, C. N., & Hakim, D. L. (2022). Siswa Kelas Xii Pada Materi Program Linier. Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif, 5(6), 1573–1580.
Putri, R. E., & Hasan Subekti. (2021), Analisis Miskonsepsi Menggunakan Metode Four-Tier Certainty Of Response Index: Studi Eksplorasi Di Smp Negeri 60 Surabaya, Pensa E-Jurnal: Pendidikan Sains, 9(2), 220–226.
Rahayu, D. S., & Fitriza, Z. (2021). Identifikasi Miskonsepsi Peserta Didik Pada Materi Ikatan Kimia : Sebuah Studi Literatur. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(3), 1084–1091.
Rif’at Shafwatul, A. N. A. M., Widodo, A., Sopandi, W., & Wu, H. K. (2019). Developing a five-tier diagnostic test to identify students’ misconceptions in science: an example of the heat transfer concepts. İlköğretim Online, 1014-1029.
Rosita, I., Liliawati, W., & Samsudin, A. (2020). Pengembangan Instrumen Five-Tier Newton's Laws Test (5TNLT) Untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi dan Penyebab Miskonsepsi Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 6(2), 297–306.
Rusilowati, A. (2015). Development of Diagnostic Tests as an Evaluation Tool for Physics Learning Difficulties. Prosiding Seminar Nasional Fisika Dan Pendidikan Fisika,6,1–10. https://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/prosfis1/article/view/7684
Sadiman, (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Raja Grafindo.
Salirawati, D., & Wiyarsi, A. (2012). Pengembangan Instrumen Pendeteksi Miskonsepsi Materi Ikatan Kimia Untuk Peserta Didik. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 42(2), 117075.
Sari, N. A. (2020). Modul Pembelajaran SMA KIMIA Larutan Penyangga Kelas XI. Direktorat SMA, Direktorat Jendral PAUD, DIKDAS dan DIKMEN.
Setiawan, D., Cahyono, E., & Kurniawan, C. (2017). Identifikasi dan Analisis Miskonsepsi pada materi ikatan kimia menggunakan instrumen tes diagnostik three-tier. Journal of Innovative Science Education, 6(2), 197-204
Solikhin, A. I. (2022). Analisis miskonsepsi siswa dengan menggunakan four-tier certainly of response index pada materi asam basa, pp. 1-99.
Sugiyono, (2009), Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung : Alfabeta.
Sugiyono, (2016), Statistika untuk Penelitian Cet. 27. (Cetakan ke), Bandung: Alfabeta.
Suwarna, I. P. (2013), Analisis miskonsepsi siswa SMA kelas X pada mata pelajaran fisika melalui cri (certainty of response index) termodifikasi.
Suwarto, (2013), Pengembangan Tes Diagnostik Dalam Pembelajaran, Yogjakarta: Pustaka Pelajar.
Uruk, F. A. H. (2021), Pengembangan E-Modul Pada Materi Larutan Penyangga Berorientasi Chemo-Entrepreneurship Kelas XI SMA, Jambi : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi.
Wahyuni, T. (2016). Analisis Miskonsepsi Materi Sistem Gerak Manusia Pada Siswa Kelas XI Mia Menggunakan Tes Diagnostik Three-Tier Multiple Choice. Bioedu, 5(3), p. 248521.
Wiyono, F. M., Sugiyanto, S., & Yulianti, E. (2016). Identifikasi Hasil Analisis Miskonsepsi Gerak Menggunakan Instrumen Diagnostik Three Tier Pada Siswa Smp. Jurnal Penelitian Fisika Dan Aplikasinya (JPFA), 6(2), 61.
Yasthophi, A., & Soleman, P. (2019). Pengembangan Instrumen Test Diagnostik Multiple Choice Four Tier Pada Materi Ikatan Kimia.Konfigurasi, 3(1), 23-31.
Yuniarti, E., Bahar, A., & Elvinawati, E. (2020). Analisis Miskonsepsi Siswa Pada Materi Konsep Redoks Menggunakan Certainty of Response Index (Cri) Di Sma Negeri 9 Kota Bengkulu. Alotrop, 4(1), 69–82.
Yuyu, T. (2005). Identifikasi miskonsepsi pada Konsep-Konsep Fisika Menggunakan Certainly of Response Index (CRI). Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia, 5(3), 24.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ulfa Berlian Awwalin, Deni Ebit Nugroho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










